Wednesday, July 11, 2012

Mencari Aman

oleh Hasan Al-Jaizy

Mencari AMAN tidak pada keharusannya. Seperti itulah beberapa dari kita. Padahal segala perbuatan, bahkan sebatas kecohan atau cekikikan dalam hati akan dicatat untuk menjadi bahan pertanyaan di hari nanti. 

Kita tahu Indonesia kreatif soal ibadah, dan begitu inovatif. Menjadi adat, tradisi dan dalil. Amalan mayoritas menjadi dalil. Dan ketika kita suguhkan ayat, hadits atau kaedah, amalan mayoritas tetap menjadi dalil. Atau, seperti sebagian kita berusaha 'memelintir' dalil agar cocok dengan amalan mayoritas!?


Tingkah Sebagian Kita

Kita mendapatkan banyak sekali ulama mengatakan amalan ini adalah bid'ah, lalu kita juga membaca sekilas dalil-dalil mereka. Kuat...berhujjah. Lalu, kita cari dan gali pendapat ulama lain yang berseberangan dan berlawanan. Ah, ketemu!!! Yes!!!

Kemudian apa? Kemudian kita benturkan kedua kubur [meskipun kita membungkus diri dengan label 'inshaaf' atau manhaj menengah] sambil berlindung di balik hijab kalimat 'Perbedaan adalah rahmat'. Atau sambil mengatakan: 'Hargailah pendapat ulama lain yang berseberangan!'


 Hati-hati...

Ingat...jika Allah sudah menuntunmu menuju kebenaran dan membukakan pada fikirmu mana yang sebenarnya benar, maka ikutilah dan peganglah. Jangan karena kamu adalah anggota partai ini, atau karena kamu takut ditinggali massa/fans, atau karena kamu takut majelismu sepi, lalu kamu berusaha mengais-ngais rezeki Iblis dengan mengamini nafsu membanting kebenaran.

Ingat, wahai saudarku...saudaramu ini pun tak lepas dari kesalahan. Namun, berhati-hatilah, jika memutarbalikkan kebenaran [meskipun dibungkus dengan sesuatu yang rapih menjanjikan], kelak Allah akan mengungkap kesesatan yang ada pada dirimu sendiri. Tidakkah takutmu pada-Nya ketika diberi ilmu namun masih saja berpura-pura? Wallahu a'lam.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/418305554877502

No comments:

Post a Comment