Tuesday, July 31, 2012

Mari Beramal Salih

oleh Hasan Al-Jaizy

Untuk saya dan kawan-kawan:

Jika ingin beramal shalih [beribadah], jangan lupa [berusaha] menjernihkan hati agar keikhlasan sudah hadir sedari awal. Di antara wasilah yang bisa dilakukan adalah mengucapkan Basmalah.

Kenapa Basmalah? Karena dalam lafadz Basmalah ada huruf Ba' yang mengandung makna 'isti'aanah' [meminta pertolongan] Allah semata. Ketika melafadzkan bismillah tersebut, hadirkan pula rasa adanya muraaqabah [pengawasan] dari Allah, yang sungguh Dia tahu hati kita, juga percayakan bahwa Allah adalah Penolong dan takkan menyiakan kita.


Juga:

Ada doa yang sangat bagus. Ia adalah doa yang mencakup luas banyak hal. 

اللهم أعني على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك

Baca: Allahumma a'inny ala dzikrika wa syukrika wa husni ibaadatik"

Artinya: "Ya Allah, bantulah aku dalam berdzikir [mengingat-Mu], bersyukur kepada-MU dan beribadah kepada-Mu dengan baik"

--> DZIKIR adalah mengingat Allah. Syaikh As-Sa'di pernah menerangkan bahwa kata 'dzikir' itu mencakup amalan hati, lisan dan anggota tubuh yang ditujukan untuk beribadah dan mengingat Allah. Jadi: mencakup doa, shalat, membaca Al-Qur'an, amar ma'ruf nahi munkar, dan selainnya.

--> SYUKUR adalah bersyukur/berterima kasih pada Allah. Dalam Kitab Fathul Majiid [Syaikh Abdurrahman Alu Syaikh], diterangkan bahwa bersyukur direalisasikan dengan hati, lisan dan anggota tubuh. Begitu juga di kitab Al-Qaul Al-Mufiid [Syaikh ibn Utsaimiin], diterangkan bahwa bersyukur yang terlengkap dan sempurna adalah dengan mengkolaborasikan ketiganya [hati-lisan-anggota tubuh]. Contoh: Ketika kita mendapat suatu ilmu/faedah, kita bersyukur di hati, juga di lisan dengan melafadzkan Hamdalah misalnya, juga di anggota tubuh dengan mengamalkan atau menyebarkan.

--> IBADAH adalah sebuah nama yang mencakup segala hal yang Allah ridhai dan cintai dari perkataan atau amalan, baik secara zahir atau batin. Seperti yang didefinisikan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah.


Maka:

Mintalah bantuan dan pertolongan Allah untuk berdzikir, bersyukur dan beribadah; karena hanya Allah lah yang bisa membalikkan hati manusia. Dan Allah Maha Kuasa atas segalanya.

==> Kita lihat ada penceramah yang berbicara sederhana namun tuturan katanya ngena dan sampai di hati manusia. Sangat mungkin itu adalah bentuk keberkahan kalimat si penceramah disebabkan keikhlasannya. Sehingga manusia mengambil manfaat darinya, mengingatnya, mengamalkannya dan pahalanya mengalir.

==> Atau pernah kita melihat seorang penceramah yang membahas topik berat dan dilantunkan dengan lantang juga menarik. Namun sensasi itu hanya sementara. Setelah selesai ceramah, semua hadirin lupa dan melupakan. Sangat mungkin itu adalah bentuk ketidakberkahan kalimat si penceramah disebabkan ketidakikhlasannya.

Sederhana namun ikhlas, itu lebih merekah bunga dan meranum buahnya dibanding megah namun tidak tulus. Maka marilah kita terus belajar ikhlas, meskipun kemampuan kita terbatas. Bisa jadi keterbatasan dan kekurangan kita adalah pencegah kita dari api neraka.


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/425509450823779

No comments:

Post a Comment