Wednesday, July 11, 2012

Menzahirkan Kebaikan, atau Menyembunyikannya, atau Memaafkan Kesalahan

oleh Hasan Al-Jaizy


Allah Ta'ala berfirman:
إِن تُبْدُوا۟ خَيْرًا أَوْ تُخْفُوهُ أَوْ تَعْفُوا۟ عَن سُوٓءٍۢ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَفُوًّۭا قَدِيرًا

"Jika kamu menyatakan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa."

Imam Abu Ja'far Muhammad bin Jariir Ath-Thabary mengatakan:
[إِن تُبْدُوا۟ خَيْرًا] ==> "Jika kalian mengucapkan sesuatu yang baik kepada orang yang telah berbuat kebaikan pada kalian secara terang-terangan [zahir] sebagai rasa syukur dan terima kasih atas kebaikannya"

[أَوْ تُخْفُوهُ] ==> "atau jika kalian ingin tidak menzahirkan ucapan syukur dan kebaikan itu pada mereka"

[أَوْ تَعْفُوا۟ عَن سُوٓءٍۢ] ==> "atau jika kalian memaafkan keburukan atau kezaliman orang telah menzalimi kalian, maka janganlah kalian menzahirkan perkataan buruk padanya"

[فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَفُوًّۭا قَدِيرًا] ==> "Sesungguhnya Allah tetap memiliki sifat pemaaf meskipun sungguh Dia Maha Mampu untuk membalas segala kezaliman dan menghukumi segala kemaksiatan"

[dinukil dari Tafsir Ath-Thabary 7/632-633 dengan tambahan sedikit dari Hasan]

FAEDAH-FAEDAH
  1. Adanya pilihan bagi orang yang ingin menyebut kebaikan orang lain padanya. Ia boleh menzahirkannya, boleh pula menyembunyikannya.
  2. Baiknya membalas perbuatan baik orang lain, meskipun hanya sekedar mengucapkan rasa syukur padanya.
  3. Disunnahkan mengatakan 'Jazaakallahu khaira' bagi siapapun yang berbuat baik pada kita [secara syar'i] sekecil apapun. Nabi bersabda: "Barang siapa diperlakukan baik lalu ia mengatakan kepada pelakunya, “Semoga Allah membalas kamu dengan kebaikan” [baca: Jazaakallahu khaira], maka dia telah tinggi dalam memujinya.” [H.R. Tirmidzy]
  4. Bersyukur dan berterima kasih adalah sesuatu yang wajib bagi seorang muslim, entah dengan cara zahir atau batin. Rasulullah bersabda: "Tidaklah Allah akan mensyukuri orang yang tidak berterimakasih kepada manusia.” [HR. Al-Bukhari]
  5. Syukur yang paling utama adalah kepada Allah tentunya, kemudian kepada kedua orang tua. Sebagaimana yang Allah firmankan: "Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu." [Q.S. Luqman: 14]
  6. Merupakan sifat seorang muslim yang baik adalah pemaaf. Ia memaafkan kesalahan orang lain entah sengajanya ataupun tidak. Allah berfirman: "...dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu?" [Q.S. An-Nuur: 22]
  7. Memaafkan lebih mudah dari meminta maaf. Karena itulah, pahala dan kebaikan bagi orang yang memaafkan itu lebih besar dari yang berbuat salah kemudian meminta maaf.
  8. Sesungguhnya salah satu sifat Allah adalah pemaaf meskipun sungguh Dia Maha Mampu untuk membalas segala kezaliman dan menghukumi segala kemaksiatan.

Dua hadits yang layak sekali dihafal:

 [مَنْ صُنِعَ إِلَيْهِ مَعْرُوْفٌ فَقَالَ لِفَاعِلِهِ: جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا؛ فَقَدْ أَبْلَغَ فِى الثَّنَاءِ] 

"Barang siapa diperlakukan baik lalu ia mengatakan kepada pelakunya, “Semoga Allah membalas kamu dengan kebaikan” [baca: Jazaakallahu khaira], maka dia telah tinggi dalam memujinya.” [H.R. Tirmidzy]

 [لَا يَشْكُرُ اللهَ مَنْ لَا يَشْكُرُ النَّاسَ]   

"Tidaklah bersyukur pada Allah: orang yang tidak berterimakasih kepada manusia.” [HR. Al-Bukhari]

No comments:

Post a Comment