Sunday, July 29, 2012

Jiwa Itu Ibarat Anak Kecil

oleh Hasan Al-Jaizy

"Jiwa itu ibarat anak kecil" [sebuah terjemahan dari hikmah Arabic]

Ketika kita memanjakan anak yang masih kecil; maka ia akan terbiasa dengan kemanjaan itu. Dan dengan kebiasaan dimanja, itu akan menjadi asahan dan tabiat yang akan sangat sulit diubah kala jelangnya dewasa.

Begitu juga dengan jiwa seseorang. Lihatlah jiwa-jiwa manusia sekarang dan lihat juga kemajuan teknologi dan kendaraan.


Sebagai gambaran [1] :

=> Seseorang yang sedari masa sekolah sudah PP dengan motor sehari-hari; karena memang sudah memiliki motor, maka ia akan kesulitan jiwa dan raga ketika motor itu rusak, tak bisa dipakai atau raib. Karena jiwa dan raganya sudah terbiasa dengan kemanjaan itu. Sangat beda dengan seorang pelajar yang sehari-hari berjalan kaki jauh atau naik angkutan umum dengan kesabaran; jiwa dan raganya sudah terbiasa untuk itu.

Btw, pelajar itu bukan cuma murid sekolah; tapi anak kuliah juga pelajar. Jadi, jangan mentang2 sudah kuliah, sudah merasa paling dewasa dan paling berkontribusi. Terlebih jika ia hanya kuliah tanpa kerja atau gawe, berarti: murni pelajar.


 Sebagai gambaran [2]:

=> Dahulu -katakanlah era 90/awal 2000-, HP adalah benda asing. Hanya orang tertentu yang memilikinya dan sangat minoritas adanya. Anak berumur 17 tahun kala itu, jika ia ingin kunjungi temannya yang bertempat tinggal di kota lain, ia harus menelepon via telepon rumah dulu [itupun jika punya]. Lalu sepakati tanggal dan waktu jamnya, juga tempat bertemu. Saat itu tak ada komunikasi HP; yang ada hanya nomor telepon yang tertera di secarik kertas atau di buku telepon mini. 

Sekarang, bayangkan kembali masa-masa itu [bagi yang pernah merasakan zaman tanpa HP]. Atau bayangkan om, bapak kita dan mbah kita di zaman baheula. Dan kemudian lihat anak-anak sekolah sekarang; yang mungkin sebagian mereka akan mati kebingungan jika HP tidak ada. Atau Freshmen [mahasiswa2 baru] yang masih imut-imut itu; karena zaman sekolah mereka sudah kental dengan HP. Seandainya mereka pulang-pergi ke luar kota tanpa HP, fikirkan: apakah mereka berani?

"Jiwa itu ibarat anak kecil"
Jika kau manjakan, manjalah ia selalu
Jika kau asah ia tergigih, gigihlah ia selalu


http://www.facebook.com/hasaneljaizy/posts/424667907574600

No comments:

Post a Comment